Recents in Beach

Dandim 0701/Banyumas Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana, Perkuat Sinergi Hadapi Musim Hujan

 


Banyumas– Kesiapan menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan menyediakan personel dan peralatan, tetapi juga membutuhkan koordinasi yang kuat serta kemampuan bertindak cepat di lapangan. Hal tersebut menjadi fokus Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kebencanaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyumas di kawasan Bendung Gerak Serayu (BGS), Sabtu (24/10/2026).

Bertindak sebagai pembina apel, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, M.M., didampingi Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir dan Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Dhovan Oktavianton, S.H., S.I.K., M.Si. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan lintas instansi dalam menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan, ketika ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem perlu diantisipasi sejak dini.

Dalam arahannya, Bupati Banyumas menekankan pentingnya memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, logistik, layanan kesehatan, jalur evakuasi, serta mekanisme komunikasi. Ia juga mengajak seluruh unsur, termasuk TNI dan Polri, memperkuat koordinasi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.


Tantangan kebencanaan di Banyumas menjadi perhatian bersama. Hingga 21 Oktober 2026, tercatat 112 desa dan kelurahan di 25 kecamatan terdampak kekeringan. Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi sebanyak 65 kali di sembilan kecamatan dengan luas area terdampak mencapai 59,5 hektare. Memasuki musim hujan, kewaspadaan juga diperlukan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pencegahan BNPB Dr. Abdul Muhari, S.Si., M.T., yang mewakili Kepala BNPB, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), jajaran BPBD dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Muhari menyoroti pentingnya mitigasi, termasuk penanaman pohon di kawasan rawan longsor, serta kesiapan peralatan yang dapat digunakan secara optimal saat dibutuhkan. BNPB juga membuka peluang dukungan peralatan untuk membantu pemerintah daerah menangani banjir dan kekeringan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.


Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan personel dan peralatan, kendaraan operasional, dapur umum, serta dukungan penyaluran air bersih. Rangkaian kegiatan juga mencakup pelepasan tangki distribusi air dan simulasi penanggulangan bencana di Sungai Serayu untuk meninjau kesiapan penanganan di lapangan.

Melalui apel ini, sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait diharapkan semakin kuat dalam menghadapi potensi bencana. Kesiapan yang dibangun sejak tahap pencegahan hingga penanganan di lapangan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko serta melindungi keselamatan masyarakat Banyumas. (Pendim 0701/Bms)

Posting Komentar

0 Komentar